Bukan Kader Partai, PPP Kota Bekasi Tanggapi Santai Eks Calegnya Dukung Paslon Lain

- Redaksi

Selasa, 12 November 2024 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-Bekasi Kota-

 

DPC PPP Kota Bekasi menanggapi santai gerakan eks calon legislatif (caleg) PPP pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 yang memilih mendukung pasangan calon (Paslon) lain yang tidak diusung oleh partainya di Pilkada Kota Bekasi. Pasalnya, eks caleg tersebut, bukanlah kader partai berlambang Kabah, tersebut.

Ketua Bidang Organisasi Kaderisiasi dan Keanggotaan (OKK) merangkap Ketua Desk Pilkada DPC PPP Kota Bekasi, M. Arif mengatakan, eks caleg tersebut merupakan figur eksternal partai yang pada saat Pileg berlangsung memilih menjadi calon legislatif lewat PPP.

Ia menjelaskan, mereka bisa menjadi caleg dari PPP dikarenakan PPP saat itu membuka rekrutmen terbuka bagi masyarakat Kota Bekasi yang ingin maju sebagai calon legislatif.

“Kita tegaskan eks caleg kami yang memilih mendukung calon lain di Pilkada Kota Bekasi bukan kader PPP. Mereka hanya pernah jadi caleg, karena memang saat Pileg 2024 lalu kita melakukan rekrutmen terbuka bagi masyarakat umum,” kata dia.

Pihaknya juga menyinggung nama-nama eks caleg PPP yang memilih mendukung paslon lain seperti Ida Lariani dan Sirojudin. Keduanya memang sudah bukan lagi caleg PPP lantaran sempat memutuskan maju menjadi bakal calon perseorangan dalam Pilkada Kota Bekasi meski pada akhirnya batal.

Baca Juga :  Terkait Penggunaan Anggaran BTT Banjir, Ketua PWI Bekasi Raya: Kami Awasi Agar Tepat Sasaran!

“Ada saudari Ida Lariani dan Sirojudin keduanya sudah bukan lagi caleg PPP karena jauh-jauh hari telah mencoba menjadi bakal calon perseorangan namun gagal,” kata dia.

Ia pun membantah keras, jika partainya menjanjikan para caleg akan digelontorkan uang sebesar Rp1 Miliar pada saat maju pada Pileg 2024. Sebab uang Rp1 Miliar yang dimaksud adalah anggaran untuk keperluan pemenangan partai, bukan untuk pribadi caleg.

“Uang Rp1 Miliar itu untuk keperluan pemenangan partai pada Pileg 2024, bukan untuk pribadi caleg. Jadi saya kira mereka salah kaprah soal uang tersebut,” kata dia.

Pihaknya juga mengingatkan, agar berhati-hati dalam mengkonsumsi dan mengelola informasi karena bisa merugikan diri sendiri. Contohnya perihal informasi sesat soal pemberian bantuan uang Rp1 miliar untuk setiap caleg.

“Lebih berhati-hati dalam mengolah informasi apalagi sampai pada tahap penyebarluasan informasi tersebut. Hal-hal semacam itu akhirnya bisa menjadi fitnah dan penyesatan informasi,” kata dia.

Kalau toh karena persoalan tersebut, eks caleg mendukung paslon lain yang tidak diusung PPP hal itu dianggap biasa saja dan tidak mengherankan dalam dunia politik.

Baca Juga :  “Minggu Ini! IDAI Jabar Perwil Bekasi Gratiskan Cek Kesehatan, Tumbuh Kembang Anak di CFD Kota Bekasi

“Dalam politik tentu hal semacam ini biasa saja, bukan hal luar biasa jadi kita santai menyikapi fenomena ini. Toh dari situ terlihat, individu mana yang memang ingin bersama PPP dan yang tidak,” kata dia.

Pria yang akrab disapa Arif tersebut lantas menegaskan, bahwa PPP Kota Bekasi sampai saat ini solid mendukung Heri Koswara-Sholihin. Dan tidak terpengaruh dengan berbagai macam isu atau gerakan yang mencoba menggembosi kekuatan partainya di Pilkada Kota Bekasi.

“Kalau kader PPP, pengurus dan simpatisan jelas semua satu suara, solid mendukung Heri-Sholihin. Dan kita jamin adanya gerakan yang coba memecah belah kekuatan kami, sama sekali tidak akan berdampak,” kata dia.

PPP kata dia, justru merasa bersyukur dengan keluarnya eks caleg-calegnya tersebut. Sebab, kalau toh mereka ada di dalam justru akan merusak soliditas partai di tengah upaya memenangkan Pilkada Kota Bekasi.

“Bersyukur sekali, mereka keluar dengan sendirinya. Justru kalau mereka masih ada, bisa jadi malah merusak gerak langkah kami karena mereka tidak seirama dengan langkah partai,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.(Red)

Berita Terkait

Genangan Air Tak Kunjung Usai, Oloan Nababan: Banjir Rawalumbu Butuh Solusi Nyata, Bukan Wacana
Bekasi Diserbu Pendatang, DPRD Minta Operasi Yustisi Digencarkan
Arus Pendatang Kota Bekasi Naik, Dewan Komisi IV Ahmadi Ingatkan Jangan Tanpa Bekal
Dewan Samuel Sitompul Dukung WFH, Pelayanan Publik Kota Bekasi Tak Boleh Turun
Fraksi PKS Bekasi Rangkul Media, Buka Ruang Kritik dan Kolaborasi
Rizki Topananda Bidik 10 Kursi, PKB Bekasi Mulai Langkah Dini
Ketua DPRD Bekasi Pilih Guyub, Lebaran Bersama Warga Jadi Tradisi
Pastikan Mudik Aman, Ketua DPRD Bekasi Sidak Kesiapan Layanan
Berita ini 239 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:00 WIB

Genangan Air Tak Kunjung Usai, Oloan Nababan: Banjir Rawalumbu Butuh Solusi Nyata, Bukan Wacana

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:03 WIB

Bekasi Diserbu Pendatang, DPRD Minta Operasi Yustisi Digencarkan

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:28 WIB

Arus Pendatang Kota Bekasi Naik, Dewan Komisi IV Ahmadi Ingatkan Jangan Tanpa Bekal

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:18 WIB

Dewan Samuel Sitompul Dukung WFH, Pelayanan Publik Kota Bekasi Tak Boleh Turun

Senin, 23 Maret 2026 - 22:25 WIB

Fraksi PKS Bekasi Rangkul Media, Buka Ruang Kritik dan Kolaborasi

Senin, 23 Maret 2026 - 20:13 WIB

Ketua DPRD Bekasi Pilih Guyub, Lebaran Bersama Warga Jadi Tradisi

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:55 WIB

Pastikan Mudik Aman, Ketua DPRD Bekasi Sidak Kesiapan Layanan

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:38 WIB

Antrean Truk Sampah ke Bantargebang Picu Kemacetan, Dewan Anton: Harus Segera Ada Solusi!

Berita Terbaru