BPC HIPMI Kota Bekasi Perkuat Kesiapan Pengusaha Muda, Bidik Peluang Proyek Konstruksi

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HIPMI Bekasi Dorong Pengusaha Muda Siap Garap Proyek Besar, Temy Hermanto Tekankan Penguatan Manajemen

Dari Bekasi News, Kota Bekasi — Peluang di sektor konstruksi tidak cukup hanya disambut dengan optimisme. Pengusaha juga dituntut memiliki kesiapan manajemen, permodalan, dan profesionalisme agar mampu bersaing dalam pengerjaan proyek berskala besar.

Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bekasi, Temy Hermanto, menyusul kebijakan pemerintah yang memprioritaskan kontraktor swasta nasional untuk menggarap proyek konstruksi senilai Rp50 miliar hingga Rp100 miliar.

Menurut Temy, kebijakan tersebut membuka kesempatan bagi pengusaha muda untuk mengembangkan bisnis konstruksi sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang mampu berkontribusi terhadap perekonomian dan penciptaan lapangan kerja.

“Pengusaha muda Kota Bekasi dengan usaha di bidang kontraktor konstruksi sangat menyambut baik kebijakan pemerintah ini, karena akan menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda baru yang akan naik kelas dan akan menciptakan lapangan-lapangan kerja baru di daerah dan nasional,” ujar Temy Hermanto saat dihubungi awak media melalui jaringan aplikasi Whats up, Kamis(15.10/2026).

Namun, peluang tersebut harus diikuti kesiapan pelaku usaha dalam membangun perusahaan yang sehat, kompetitif, dan memiliki tata kelola profesional. Kemampuan mengelola proyek, mengatur arus kas, memenuhi persyaratan teknis, serta menjaga kualitas pekerjaan menjadi faktor penting dalam keberlanjutan bisnis konstruksi.

 

HIPMI Siapkan Anggota Menyambut Peluang

Sebagai langkah konkret, BPC HIPMI Kota Bekasi berencana menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada seluruh anggotanya. Sosialisasi ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pengusaha mengenai peluang usaha sekaligus mempersiapkan kemampuan manajemen perusahaan dalam menghadapi persaingan.

“Kebijakan ini juga akan kita sosialisasikan ke seluruh anggota BPC HIPMI Kota Bekasi untuk mempersiapkan kemampuan manajemen dalam menyambut kebijakan yang baik ini,” kata Temy.

Baca Juga :  Serahkan 51 Sertifikat/KTA OKK PWI, Ketua PWI Bekasi Raya: Jaga Intergritas!

Menurutnya, kesiapan manajemen menjadi bagian penting agar pengusaha muda dapat merespons peluang bisnis secara terukur.

Pengembangan usaha tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mendapatkan proyek, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu mengelola pekerjaan secara efektif, memenuhi kewajiban kontraktual, dan menjaga kepercayaan mitra bisnis.

Dalam sektor konstruksi, kemampuan tersebut berkaitan erat dengan perencanaan biaya, pengelolaan tenaga kerja, pengadaan material, pengendalian mutu, hingga penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal.

Karena itu, pengusaha muda perlu mempersiapkan diri sejak awal agar dapat mengikuti proses pengadaan sesuai kualifikasi dan ketentuan yang berlaku.

 

Naik Kelas Membutuhkan Kesiapan Nyata

Proyek konstruksi bernilai puluhan hingga ratusan miliar rupiah menghadirkan peluang ekonomi yang besar, tetapi juga menuntut tanggung jawab dan kapasitas pelaksanaan yang sepadan.

Pengusaha yang ingin berkembang perlu memperkuat fondasi bisnis, mulai dari legalitas dan sertifikasi badan usaha, kompetensi tenaga ahli, kecukupan modal kerja, hingga sistem administrasi dan pelaporan keuangan.

Di sisi lain, kemitraan strategis dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas pengalaman dan kapasitas perusahaan, sepanjang dilakukan sesuai ketentuan serta tidak mengabaikan kualifikasi yang dipersyaratkan.

Bagi pengusaha muda, proses naik kelas bukan sekadar meningkatkan nilai proyek yang dikerjakan. Lebih dari itu, diperlukan kemampuan membangun organisasi bisnis yang profesional dan berkelanjutan.
Upaya penguatan kapasitas tersebut juga penting untuk mendorong pertumbuhan perusahaan konstruksi lokal agar mampu bersaing secara sehat dalam ekosistem pengadaan pemerintah.

 

Peluang Konstruksi dan Efek Ekonomi Daerah

Baca Juga :  Dihadapan Ratusan Gamers Mobile Legend, Bang Herkos Bicara Pilih Pemimpin Berdasarkan Rekam Jejak

Pertumbuhan sektor konstruksi berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai bidang usaha pendukung. Aktivitas pembangunan membutuhkan pasokan material, transportasi, peralatan, tenaga kerja, serta layanan penunjang lainnya.

Jika peluang proyek dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang memenuhi persyaratan, aktivitas tersebut berpotensi memperluas rantai pasok dan membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Temy memandang peluang berkembangnya pengusaha muda sebagai bagian dari harapan untuk mendorong pertumbuhan dunia usaha dan menciptakan lapangan kerja baru, baik di Kota Bekasi maupun di tingkat nasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sinergi antara kesiapan pengusaha, akses informasi mengenai peluang pengadaan, serta pelaksanaan kebijakan yang transparan dan konsisten.

Pemerintah juga diharapkan memastikan kesempatan usaha dapat diakses secara adil oleh badan usaha yang memenuhi persyaratan, sehingga kebijakan tersebut memberikan manfaat nyata bagi pengembangan dunia usaha.

 

Membangun Pengusaha Muda yang Kompetitif

Langkah sosialisasi yang direncanakan BPC HIPMI Kota Bekasi menjadi relevan dalam mendorong anggotanya lebih siap menghadapi perkembangan kebijakan dan dinamika pasar konstruksi.

Penguatan manajemen diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengusaha muda untuk memperluas usaha secara terukur, meningkatkan daya saing, dan memanfaatkan peluang pembangunan secara bertanggung jawab.

Bagi Temy Hermanto, peluang proyek konstruksi harus diimbangi kesiapan pengusaha dalam mengelola bisnis secara profesional. Dengan manajemen yang kuat, pengusaha muda diharapkan tidak hanya mampu memperbesar skala usaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian.

Pada akhirnya, keberhasilan pengusaha muda dalam memanfaatkan peluang pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya proyek yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan membangun perusahaan yang kompeten, kredibel, dan berkelanjutan.

(DMS)

Berita Terkait

Sengketa Lahan 4.385 M² Memanas, SPBU di Tambun Bekasi Ditutup
Lebih dari 100 Pengusaha Muda Bertemu dalam Orientasi HIPMI Kota Bekasi, Dorong Kolaborasi Nyata
CKG Sekolah Puskesmas Pondokgede: Deteksi Dini, Lindungi Anak Sejak Dini
Pengurus JAPNAS Bekasi Dilantik, HIPMI Dorong Kolaborasi Pengusaha
Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan
Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan
Tabligh Akbar H. Zaini Sidi, Ribuan Jamaah Larut dalam Maulid dan Syukur Keluarga
Saat Lurah Pakai Dompet Pribadi Bantu Warga Disabilitas, Dinsos Ada di Mana?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Sengketa Lahan 4.385 M² Memanas, SPBU di Tambun Bekasi Ditutup

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

BPC HIPMI Kota Bekasi Perkuat Kesiapan Pengusaha Muda, Bidik Peluang Proyek Konstruksi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:28 WIB

Lebih dari 100 Pengusaha Muda Bertemu dalam Orientasi HIPMI Kota Bekasi, Dorong Kolaborasi Nyata

Selasa, 8 September 2026 - 08:32 WIB

CKG Sekolah Puskesmas Pondokgede: Deteksi Dini, Lindungi Anak Sejak Dini

Senin, 7 September 2026 - 12:14 WIB

Pengurus JAPNAS Bekasi Dilantik, HIPMI Dorong Kolaborasi Pengusaha

Jumat, 4 September 2026 - 19:30 WIB

Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Tabligh Akbar H. Zaini Sidi, Ribuan Jamaah Larut dalam Maulid dan Syukur Keluarga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:03 WIB

Saat Lurah Pakai Dompet Pribadi Bantu Warga Disabilitas, Dinsos Ada di Mana?

Berita Terbaru