Dari Bekasi News Kota Bekasi — Denting semangat dan derap kompetisi resmi dimulai. Bekasi Open Archery Tournament 2026 secara resmi dibuka pada Senin (27/04/2026) di Lapangan Multiguna Kota Bekasi, menandai langkah besar kota ini sebagai tuan rumah ajang panahan berskala nasional sekaligus pemanasan menuju Porprov Jawa Barat.
Pembukaan berlangsung meriah dan sarat makna. Wali Kota Bekasi, Dr Tri Adhianto, bersama jajaran tamu kehormatan secara simbolis membuka turnamen dengan memanah langsung ke papan target—sebuah penanda dimulainya kompetisi yang akan berlangsung hingga 2 Mei 2026.
- Dalam sambutannya, Ketua Umum Perpani Kota Bekasi yang juga Ketua DPRD, Dr Sardi Efendi, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar agenda olahraga, melainkan momentum strategis untuk membangun prestasi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
“Hari ini momentum langka. Kota Bekasi menjadi tuan rumah turnamen panahan skala nasional, Piala Wali Kota. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga pemanasan menuju Porprov. Target kita jelas, emas untuk Kota Bekasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak luas dari kegiatan ini, mulai dari sektor UMKM, perhotelan, hingga geliat ekonomi lokal yang ikut terdorong seiring hadirnya ratusan atlet, official, dan keluarga dari berbagai daerah.
“Mudah-mudahan ini memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan menjadikan Bekasi semakin hidup dan sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa Bekasi siap melangkah sebagai kota olahraga (sport city) yang terbuka untuk event nasional hingga internasional.
“Selama Perpani berdiri di Kota Bekasi, ini pertama kalinya kita menggelar turnamen tingkat nasional. Ini luar biasa dan harus kita dorong menjadi agenda berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat infrastruktur olahraga, termasuk rencana penataan dan rehabilitasi Lapangan Multiguna agar semakin representatif sebagai pusat kegiatan olahraga dan event besar.
Tak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan dukungan serius bagi keselamatan atlet dengan menggandeng 14 rumah sakit sebagai bagian dari sistem penanganan darurat selama turnamen berlangsung.
“Ini bagian dari komitmen kita menjadikan Bekasi sebagai kota olahraga. Kita siapkan fasilitas, kita siapkan layanan, dan kita buka diri untuk event besar,” tegasnya.
Dalam suasana yang hangat, Wali Kota juga menyelipkan target ambisius kepada kontingen tuan rumah.
“Janji kita lima emas. Kalau tidak tercapai, ya… jangan pulang dulu,” ucapnya berseloroh, disambut tepuk tangan dan semangat para atlet.
Turnamen ini tak hanya menjadi arena adu ketepatan dan fokus, tetapi juga ruang pertemuan lintas daerah, budaya, dan semangat sportivitas. Para atlet, official, hingga orang tua yang hadir diajak menikmati wajah Kota Bekasi yang terus berbenah—lebih terbuka, lebih siap, dan semakin kompetitif.
(DMS)






