Ditengah Gencarnya Operasi Zebra Raya, Sejumlah Plat Mobil Dinas Diputihkan, Frits Saikat: APH Harus Berani Tindak Tegas!

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Bekasi, Kota Bekasi — Ketika Polda Metro Jaya sedang gencar menindak pelanggaran lalu lintas dalam Operasi Zebra Jaya 2025, sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bekasi justru diduga melakukan pelanggaran terang-terangan: mengganti plat nomor mobil dinas dari merah menjadi putih.

Temuan mencengangkan ini diungkap Frits Saikat, aktivis pengamat kebijakan publik, pada Jumat, 21 November 2025 saat berada di lingkungan kompleks Pemkot Bekasi. Ia menyebut banyak kendaraan dinas berawalan KQH dan KQN yang seharusnya berplat merah, namun tampak terpakir rapi menggunakan plat putih, sebagaimana mobil pribadi.

Baca Juga :  Suka Cita Pada Pesta Bona Taon Punguan Parsahutan Saoloan Sektor 3 Kampung Crewet Duren Jaya Bekasi

“Harusnya para pejabat memberi contoh yang baik untuk masyarakat, bukan justru melakukan pelanggaran berjamaah. Pengawasan BPKAD dan Setda patut dipertanyakan,” ujar Frits Saikat kepada media.

Menurut Frits, tindakan mengganti identitas plat kendaraan dinas bukan hanya pelanggaran etika dan disiplin, tetapi juga melanggar aturan hukum lalu lintas. Ia mengaku heran mengapa praktik ini bisa dibiarkan.

“Jujur saya bingung, apa maksudnya pejabat Pemkot mengganti plat nomor dinas mereka? Ada apa? Untuk apa? Kenapa harus disembunyikan?” tegasnya.

Di tengah kondisi ini, Frits meminta aparat penegak hukum — khususnya Polda Metro Jaya — untuk tidak tebang pilih.

Baca Juga :  Sinergi Imigrasi & PWI Bekasi Raya: Bongkar Pelanggaran, Kawal Kedaulatan

“Saya berharap APH berani menindak tegas pelanggaran ini. Jangan cuma masyarakat kecil yang ditertibkan. Pejabat pun harus tunduk pada aturan,” tutup Frits.

Praktik ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap kedisiplinan aparatur Pemerintah Kota Bekasi. Di tengah upaya penegakan aturan menjelang Nataru, dugaan pelanggaran berkelompok oleh pejabat justru memperlihatkan ironi: mereka yang seharusnya menjadi panutan, malah ikut menjadi bagian dari masalah. Sampai berita ini diposting, konfirmasi terkait berita ini belum didapatkan jurnalis dari pejabat terkait.(DM)

Berita Terkait

DPRD Bekasi Bergerak: Sekda Diminta Jelaskan Nasib Perjanjian Sampah Bantargebang
Bekasi 29 Tahun, Evi Mafriningsianti: Bekasi Maju Jangan Tinggalkan Warganya
29 Tahun Bekasi Kota Bekasi, Samuel Sitompul: : Saatnya Lompatan Besar, Bukan Hanya Sekadar Seremoni
Usulkan Insentif Guru Ngaji, Rizki Topananda: Mereka Penjaga Moral Bangsa
Krisis Lahan Makam di Bekasi Utara, DPRD Desak Pemkot Segera Bangun TPU Baru
Setwan DPRD Bekasi Tutup Rangkaian HUT ke-29 dengan Bukber Kebersamaan
Sarwin DPRD Bekasi Soroti Ironi APBD Rp7 Triliun Tanpa Kampus Negeri
H. Anton DPRD Bekasi Angkat Suara: Tragedi Longsor TPST Bantargebang Harus Jadi Alarm Keras Pengelolaan Sampah!
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:04 WIB

DPRD Bekasi Bergerak: Sekda Diminta Jelaskan Nasib Perjanjian Sampah Bantargebang

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:54 WIB

Bekasi 29 Tahun, Evi Mafriningsianti: Bekasi Maju Jangan Tinggalkan Warganya

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:14 WIB

29 Tahun Bekasi Kota Bekasi, Samuel Sitompul: : Saatnya Lompatan Besar, Bukan Hanya Sekadar Seremoni

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:24 WIB

Usulkan Insentif Guru Ngaji, Rizki Topananda: Mereka Penjaga Moral Bangsa

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:29 WIB

Setwan DPRD Bekasi Tutup Rangkaian HUT ke-29 dengan Bukber Kebersamaan

Selasa, 10 Maret 2026 - 22:21 WIB

Sarwin DPRD Bekasi Soroti Ironi APBD Rp7 Triliun Tanpa Kampus Negeri

Senin, 9 Maret 2026 - 23:22 WIB

H. Anton DPRD Bekasi Angkat Suara: Tragedi Longsor TPST Bantargebang Harus Jadi Alarm Keras Pengelolaan Sampah!

Senin, 9 Maret 2026 - 22:03 WIB

Misbahudin Tegaskan DPRD Kota Bekasi Siap Tindaklanjuti Aduan Eks Karyawan Mitra Patriot

Berita Terbaru