H. Anton DPRD Bekasi Angkat Suara: Tragedi Longsor TPST Bantargebang Harus Jadi Alarm Keras Pengelolaan Sampah!

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026 - 23:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DariBekasiNews, Kota Bekasi —
Gunungan sampah di TPST Bantargebang kembali menelan korban. Longsoran material di kawasan pembuangan terbesar di Indonesia itu merenggut empat nyawa manusia—sebuah tragedi yang menyisakan duka, sekaligus pertanyaan besar tentang keselamatan di jantung pengelolaan sampah Kota Bekasi.

Peristiwa memilukan itu langsung menyedot perhatian anggota DPRD Kota Bekasi dari Komisi II, H. Anton S.Kom, yang menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi pada Senin (9/3/2026).

“Peristiwa ini tentu menjadi duka bagi kita semua, terutama keluarga korban yang kehilangan orang-orang tercinta,” ujar Anton dengan nada prihatin.

Namun bagi legislator dari Dapil 3 (Rawalumbu, Mustika Jaya, dan Bantar Gebang) itu, tragedi ini tidak boleh berhenti pada ungkapan belasungkawa semata.

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi alarm keras bagi seluruh pihak untuk mengevaluasi sistem pengelolaan dan standar keamanan di kawasan TPST Bantargebang.

Baca Juga :  Hari Batik Nasional, Bang Heri Ajak Generasi Millenial/Gen Z Berkolaborasi Memajukan Batik Kota Bekasi

Menurut Anton, keselamatan para pekerja lapangan, pemulung, hingga masyarakat yang menggantungkan hidup di sekitar kawasan pembuangan sampah itu harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar angka dalam laporan operasional.

“Keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar harus benar-benar dijamin. Pengelolaan kawasan TPST tidak boleh hanya fokus pada penumpukan dan pembuangan sampah, tetapi juga pada standar keamanan yang ketat,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pemerintah daerah bersama pihak pengelola bergerak cepat dalam menangani dampak tragedi tersebut, termasuk memastikan keluarga korban mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak.

Bagi Anton, kehadiran negara tidak boleh terlambat ketika warganya menjadi korban di ruang-ruang kerja yang penuh risiko seperti kawasan TPST.

Baca Juga :  Samuel Sitompul Caleg Terpilih Bagikan 2 Ekor Sapi Kurban Ke Masyarakat

“Penanganan korban harus cepat dan bantuan bagi keluarga terdampak harus menjadi prioritas,” katanya.

Lebih jauh, Anton kembali menekankan pentingnya percepatan pembangunan proyek Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sistem penumpukan sampah konvensional yang rentan menimbulkan bahaya.

Menurutnya, tanpa langkah strategis seperti pembangunan PSEL, persoalan sampah di Bantargebang akan terus menjadi bom waktu lingkungan dan kemanusiaan.

“Saya berharap pembangunan PSEL segera terealisasi agar pengelolaan sampah lebih modern dan peristiwa seperti ini tidak kembali terulang,” pungkasnya.

Di tengah gunungan sampah yang terus menjulang di Bantargebang, tragedi ini menjadi pengingat pahit:
pengelolaan sampah bukan sekadar urusan limbah—tetapi juga soal keselamatan manusia.

(AdvertorialSetwan/DPRDKotaBekasi)

Berita Terkait

Lebih dari 100 Pengusaha Muda Bertemu dalam Orientasi HIPMI Kota Bekasi, Dorong Kolaborasi Nyata
CKG Sekolah Puskesmas Pondokgede: Deteksi Dini, Lindungi Anak Sejak Dini
Pengurus JAPNAS Bekasi Dilantik, HIPMI Dorong Kolaborasi Pengusaha
Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan
Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan
Tabligh Akbar H. Zaini Sidi, Ribuan Jamaah Larut dalam Maulid dan Syukur Keluarga
Saat Lurah Pakai Dompet Pribadi Bantu Warga Disabilitas, Dinsos Ada di Mana?
PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Sepakat Perkuat Keterbukaan Informasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 14:28 WIB

Lebih dari 100 Pengusaha Muda Bertemu dalam Orientasi HIPMI Kota Bekasi, Dorong Kolaborasi Nyata

Selasa, 8 September 2026 - 08:32 WIB

CKG Sekolah Puskesmas Pondokgede: Deteksi Dini, Lindungi Anak Sejak Dini

Senin, 7 September 2026 - 12:14 WIB

Pengurus JAPNAS Bekasi Dilantik, HIPMI Dorong Kolaborasi Pengusaha

Jumat, 4 September 2026 - 19:34 WIB

Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan

Jumat, 4 September 2026 - 19:30 WIB

Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:03 WIB

Saat Lurah Pakai Dompet Pribadi Bantu Warga Disabilitas, Dinsos Ada di Mana?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:31 WIB

PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Sepakat Perkuat Keterbukaan Informasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:35 WIB

B50 Jadi Kebijakan Nasional, Temi Hermanto: Pengusaha Jangan Takut Perubahan

Berita Terbaru

Berita

Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:34 WIB

Berita

Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:30 WIB