KOTA BEKASI — Anggota Unit Harda Polres Metro Bekasi Kota berinisial SR menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus mengajak seluruh insan pers menjaga sinergitas, menyusul adanya pemberitaan terkait dugaan ucapan tidak pantas dalam proses penanganan perkara pertanahan.
Dalam keterangannya, Senin (17/11/2025), SR menegaskan bahwa tidak pernah ada niat untuk merendahkan profesi jurnalis atau pihak mana pun. Menurutnya, polemik yang berkembang hanya dipicu oleh miskomunikasi dan salah tafsir dalam situasi pemeriksaan.
“Saya menghargai rekan-rekan media. Kita selalu bersinergi dalam setiap proses penegakan hukum. Jika ada kesalahpahaman, mari kita luruskan bersama,” ujarnya.
SR menekankan bahwa peran jurnalis sangat vital dalam memastikan transparansi kepolisian dan menjaga kepercayaan publik. Karena itu, ia berharap setiap pemberitaan tetap mengedepankan akurasi, konfirmasi, dan keberimbangan informasi.
“Kami tidak pernah menyepelekan peran media. Justru media membantu menjaga keterbukaan informasi publik agar setiap proses hukum dapat dipantau secara objektif,” tambahnya.
Terkait keluhan saksi bernama Iwan, SR menjelaskan bahwa pernyataannya bersifat respons spontan ketika Iwan mengutarakan rasa lelah karena beberapa kali harus hadir dalam pemeriksaan.
“Ucapan saya bukan perintah dan tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Bila ada yang tersalah tafsir, saya siap bertemu Iwan untuk meluruskannya secara baik-baik,” kata SR.
Pihaknya juga menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dan saksi berjalan baik selama ini, karena keduanya sudah sering berinteraksi dalam sejumlah penanganan perkara sebelumnya.
Klarifikasi SR disampaikan sebagai bentuk hak jawab sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, agar informasi yang beredar tetap proporsional serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
SR berharap momentum ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang sehat antara aparat penegak hukum, media, dan masyarakat.
“Sinergi adalah kunci. Mari kita jaga ruang publik ini agar tetap kondusif, informatif, dan saling menghormati,” tutupnya.(Red/DM)






