Dicatut Sindikat Online, Ketua PWI Bekasi Angkat Bicara: Ini Fitnah Digital!

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Bekasi, Kota Bekasi — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., membantah keras tudingan keterlibatannya dalam dugaan penipuan terhadap warga negara Malaysia yang disebut menggunakan modus Kartu Tanda Anggota (KTA) PPWI. Ia menegaskan, tuduhan tersebut tidak benar, menyesatkan, dan merupakan kejahatan siber berupa pencatutan identitas.

 

Ade menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengenal, menghubungi, ataupun berkomunikasi dengan pihak yang disebut sebagai korban, termasuk seseorang bernama Nor Hafiz.

 

“Saya tidak mengenal nomor WhatsApp itu, tidak pernah meminta uang, tidak pernah menggunakan KTA PPWI. Ini murni kejahatan siber yang mencatut nama dan identitas saya,” tegas Ade dalam pernyataan resminya, Senin (12/1/2026).

 

Ia memastikan bahwa nomor WhatsApp 085177421007 yang disebut dalam pemberitaan bukan miliknya, demikian pula rekening BRI atas nama Kemas Fathir Destwo yang digunakan menerima transfer dana korban.

Baca Juga :  Dukung Pemberantasan TPPO, Kantor Imigrasi Bekasi Terapkan Beberapa Kebijakan Bagi CPMI

 

Menurut Ade, pelaku sesungguhnya adalah sindikat penipuan digital yang memanfaatkan foto, nama, dan simbol organisasi pers untuk menjalankan aksinya, termasuk dengan membuat KTA palsu dari materi yang diambil bebas dari internet.

 

Ia mengecam keras pola pemberitaan yang secara serampangan mengaitkan dirinya sebagai pelaku hanya karena kemiripan foto.

 

“Menemukan foto saya di Google lalu menempelkannya pada identitas palsu tidak membuktikan apa pun. Dengan logika itu, siapa pun bisa dijadikan tersangka. Ini cara berpikir yang keliru dan berbahaya,” ujarnya.

 

Ade menilai pemberitaan tersebut melanggar asas praduga tak bersalah, Kode Etik Jurnalistik, serta prinsip verifikasi, karena tidak pernah ada konfirmasi langsung kepada dirinya sebelum nama dan jabatannya disebarluaskan ke publik.

Baca Juga :  Abdul Muin Hafied Dorong Ramadhan Produktif, Generasi Muda Jadi Pilar Kota

 

“Alih-alih menelusuri pemilik nomor dan rekening, justru nama saya yang diseret. Ini bukan kerja jurnalistik, melainkan pembunuhan karakter,” tegasnya.

 

Sebagai bentuk keseriusan, Ade menyatakan siap membuka seluruh data pribadinya untuk kepentingan penyelidikan aparat penegak hukum, termasuk nomor resmi, akun media sosial, hingga jejak komunikasi digital.

 

“Saya menantang dilakukan digital forensik. Jika terbukti nomor, rekening, atau KTA palsu itu milik saya, silakan proses hukum. Namun jika tidak, pihak penyebar fitnah harus bertanggung jawab pidana,” katanya.

 

Ade juga memastikan akan menempuh langkah hukum tegas, baik melalui laporan pidana, gugatan perdata, maupun pengaduan resmi ke Dewan Pers.

 

“Ini bukan hanya soal nama baik pribadi, tetapi menyangkut marwah organisasi pers. Saya tidak akan diam menghadapi fitnah,” pungkasnya.

(DM)

Berita Terkait

Genangan Air Tak Kunjung Usai, Oloan Nababan: Banjir Rawalumbu Butuh Solusi Nyata, Bukan Wacana
Bekasi Diserbu Pendatang, DPRD Minta Operasi Yustisi Digencarkan
Arus Pendatang Kota Bekasi Naik, Dewan Komisi IV Ahmadi Ingatkan Jangan Tanpa Bekal
Dewan Samuel Sitompul Dukung WFH, Pelayanan Publik Kota Bekasi Tak Boleh Turun
Fraksi PKS Bekasi Rangkul Media, Buka Ruang Kritik dan Kolaborasi
Rizki Topananda Bidik 10 Kursi, PKB Bekasi Mulai Langkah Dini
Ketua DPRD Bekasi Pilih Guyub, Lebaran Bersama Warga Jadi Tradisi
Pastikan Mudik Aman, Ketua DPRD Bekasi Sidak Kesiapan Layanan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:00 WIB

Genangan Air Tak Kunjung Usai, Oloan Nababan: Banjir Rawalumbu Butuh Solusi Nyata, Bukan Wacana

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:03 WIB

Bekasi Diserbu Pendatang, DPRD Minta Operasi Yustisi Digencarkan

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:28 WIB

Arus Pendatang Kota Bekasi Naik, Dewan Komisi IV Ahmadi Ingatkan Jangan Tanpa Bekal

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:18 WIB

Dewan Samuel Sitompul Dukung WFH, Pelayanan Publik Kota Bekasi Tak Boleh Turun

Senin, 23 Maret 2026 - 22:25 WIB

Fraksi PKS Bekasi Rangkul Media, Buka Ruang Kritik dan Kolaborasi

Senin, 23 Maret 2026 - 20:13 WIB

Ketua DPRD Bekasi Pilih Guyub, Lebaran Bersama Warga Jadi Tradisi

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:55 WIB

Pastikan Mudik Aman, Ketua DPRD Bekasi Sidak Kesiapan Layanan

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:38 WIB

Antrean Truk Sampah ke Bantargebang Picu Kemacetan, Dewan Anton: Harus Segera Ada Solusi!

Berita Terbaru