DariBekasiNews, Kota Bekasi – Memasuki usia ke-29 tahun, Kota Bekasi tidak lagi sekadar berdiri sebagai kota penyangga ibu kota. Ia tumbuh menjadi kota besar dengan denyut ekonomi, industri, dan pergerakan masyarakat yang semakin dinamis.
Momentum Hari Ulang Tahun Kota Bekasi ke‑29 pun dimaknai sebagai titik refleksi untuk melihat sejauh mana perjalanan pembangunan kota ini melangkah—serta seberapa jauh harapan masyarakat dapat diwujudkan.
Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Samuel Sitompul, menilai peringatan hari jadi kota bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen membangun Bekasi yang lebih maju dan berdaya saing.
Menurutnya, perjalanan 29 tahun Kota Bekasi menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun pertumbuhan masyarakatnya. Namun di balik capaian tersebut, masih ada berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
“Kita harus menjadikan HUT Kota Bekasi ini sebagai momentum untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat pembangunan agar ke depan Bekasi semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Samuel menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata. Jalan yang lebar, gedung yang menjulang, serta kawasan industri yang berkembang pesat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baginya, pendidikan, pelayanan publik, serta pemerataan pembangunan menjadi tiga pilar penting yang harus terus diperkuat agar pertumbuhan Kota Bekasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong percepatan pembangunan kota.
Dalam sistem pemerintahan daerah, DPRD memiliki fungsi strategis untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat.
“Pembangunan kota harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu DPRD akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar tetap berada pada jalur kepentingan publik,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat, Samuel menilai aspirasi masyarakat harus menjadi kompas dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah. Setiap keluhan, harapan, dan kebutuhan warga harus diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di usia ke-29 ini, Kota Bekasi diharapkan tidak hanya berkembang sebagai kota industri dan hunian, tetapi juga menjadi kota yang mampu menghadirkan kenyamanan hidup bagi warganya.
Di tengah derap pembangunan yang terus bergerak, satu harapan terus digaungkan:
Bekasi bukan hanya kota yang tumbuh cepat, tetapi kota yang mampu tumbuh bijak—membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.
(AdvertorialSetwan/DPRDKotaBekasi)






