Dari Bekasi News, Kota Bekasi – Semangat persaudaraan, kekompakan, dan komitmen membangun organisasi yang harmonis terus diperkuat keluarga besar Borsak Sirumonggur Sihombing Lumban Toruan (BSSLT) Bekasi Raya. Melalui momentum pembubaran panitia pengukuhan, BSSLT Bekasi Raya menegaskan tekad untuk tumbuh menjadi organisasi yang semakin solid, mandiri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur persaudaraan.
Berlangsung sederhana namun sarat makna kekeluargaan, kegiatan tersebut digelar di Lapo Internasional, Kota Bekasi, Minggu (8/11/2026). Hadir dalam kesempatan itu Badan Pengurus Harian (BPH), jajaran penasehat, serta para pengurus sektor se-Bekasi Raya.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi penutup rangkaian tugas kepanitiaan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi dan mempererat tali silaturahmi antarpengurus. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi modal penting dalam mengembangkan organisasi ke depan.
Ketua Panitia, Mutiha Sihombing, S.H., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan semangat gotong royong sehingga pengukuhan BSSLT Bekasi Raya pada 17 Oktober 2026 di Kota Bekasi dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh kekompakan, kepedulian, dan kontribusi seluruh anggota yang terlibat.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses persiapan hingga pelaksanaan terdapat kekurangan. Kami juga memohon doa agar seluruh panitia yang telah memberikan kontribusi senantiasa memperoleh ilmu yang bermanfaat dan rezeki berlimpah dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Mutiha.
Deklarasi Bersama, BSSLT Tegaskan Komitmen Menjaga Persatuan
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah deklarasi pernyataan sikap bersama yang dipimpin langsung Ketua Umum BSSLT Bekasi Raya, Ir. Sundung Sihombing, didampingi Koordinator Penasehat Wilson Sihombing, serta diikuti para pengurus sektor se-Bekasi Raya.
Deklarasi ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan organisasi, memperkuat persaudaraan, serta menolak segala bentuk provokasi dan adu domba yang berpotensi memecah belah persatuan.
Ketua Umum BSSLT Bekasi Raya, Ir. Sundung Sihombing, menekankan bahwa organisasi yang kuat harus dibangun melalui kedewasaan dalam bersikap, kesamaan visi, serta kesediaan setiap elemen untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ia juga mendorong seluruh jajaran pengurus agar memiliki kemandirian dalam menjalankan roda organisasi. Setiap pengurus diharapkan mampu mengambil inisiatif, menjalankan tanggung jawab, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Kemandirian tersebut menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang profesional, bertanggung jawab, dan memiliki daya tahan menghadapi berbagai dinamika.
“Perbedaan pendapat sah-sah saja, sebab itu merupakan bagian yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, setelah keputusan ditetapkan, seluruh elemen harus kembali merapatkan barisan,” tegas Sundung.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh keluarga besar BSSLT Bekasi Raya agar tidak mudah terpengaruh oleh perbedaan maupun dinamika yang dapat mengganggu keharmonisan organisasi.
Dalihan Na Tolu, Warisan Luhur yang Menyatukan Generasi
Lebih dari sekadar struktur kepengurusan, BSSLT Bekasi Raya juga menempatkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai fondasi penting dalam membangun karakter organisasi.
Salah satu nilai utama yang terus didorong untuk diimplementasikan adalah filosofi Dalihan Na Tolu. Falsafah luhur masyarakat Batak ini mengajarkan pentingnya keseimbangan hubungan kekeluargaan, penghormatan, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.
Di tengah perkembangan zaman, era reformasi, dan derasnya arus globalisasi, nilai Dalihan Na Tolu dinilai tetap relevan sebagai pedoman membangun persatuan dan menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah serta mufakat.
Prinsip sinergi dan solusi juga menjadi bagian yang perlu terus dihidupkan agar setiap persoalan organisasi dapat diselesaikan secara bijaksana, tanpa mengorbankan persaudaraan.
Dengan mengedepankan filosofi tersebut, BSSLT Bekasi Raya diharapkan mampu menjadi wadah yang mempererat hubungan antarmarga, memperkuat solidaritas lintas sektor, sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Kebersamaan Menjadi Kekuatan, Persatuan Menjadi Tujuan
Pembubaran panitia pengukuhan menjadi penanda berakhirnya satu tahapan kegiatan, sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi seluruh jajaran pengurus BSSLT Bekasi Raya.
Semangat gotong royong yang telah ditunjukkan selama proses pengukuhan diharapkan terus berlanjut dalam program-program organisasi berikutnya. Sebab, organisasi yang besar bukan hanya terlihat dari banyaknya anggota atau megahnya sebuah kegiatan, melainkan dari kuatnya persaudaraan, soliditas kepengurusan, serta manfaat nyata yang dapat diberikan kepada seluruh anggotanya dan masyarakat.
Melalui konsolidasi dan deklarasi pernyataan sikap tersebut, BSSLT Bekasi Raya meneguhkan komitmen untuk terus berjalan dalam satu barisan, menjaga keharmonisan, menghormati perbedaan, dan menjadikan persaudaraan sebagai kekuatan utama.
Bersatu dalam persaudaraan, kuat dalam kebersamaan, dan kokoh dalam menjaga warisan luhur budaya.
(Binsar S/Red)






