DariBekasiNews, Kota Bekasi – Di balik statusnya sebagai kota metropolitan dengan geliat ekonomi yang terus tumbuh, Kota Bekasi masih menyimpan satu pekerjaan rumah besar di sektor pendidikan tinggi. Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang mendekati Rp7 triliun, kota penyangga ibu kota ini justru belum memiliki satu pun universitas negeri.
Kondisi tersebut memunculkan ironi tersendiri. Di tengah pesatnya pembangunan kota dan besarnya kemampuan fiskal daerah, para lulusan sekolah menengah di Bekasi masih harus “merantau” ke kota lain demi mengejar mimpi berkuliah di perguruan tinggi negeri.
Setiap tahun, ribuan lulusan SMA asal Bekasi terpaksa mencari kampus di luar daerah seperti Depok, Bogor, bahkan hingga ke berbagai kota lain di Indonesia. Pilihan tersebut bukan semata karena keinginan, melainkan keterbatasan akses perguruan tinggi negeri di kota sendiri.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menilai kondisi ini menjadi paradoks bagi kota besar yang berbatasan langsung dengan Jakarta.
“Ini ironi bagi Bekasi. APBD kita hampir Rp7 triliun, tapi sampai sekarang belum memiliki universitas negeri. Banyak anak-anak Bekasi akhirnya harus melanjutkan kuliah ke luar kota,” ujar Sarwin, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, realitas tersebut memperlihatkan adanya ketimpangan antara kekuatan anggaran daerah dengan pembangunan infrastruktur pendidikan tinggi. Bagi Sarwin, kota sebesar Bekasi seharusnya sudah memiliki fasilitas pendidikan negeri yang dapat menampung potensi generasi mudanya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa sejumlah daerah lain yang memiliki kemampuan fiskal jauh lebih kecil justru telah lebih dahulu menghadirkan perguruan tinggi negeri di wilayahnya.
“Beberapa daerah dengan anggaran yang lebih kecil saja sudah memiliki kampus negeri. Bekasi yang APBD-nya besar justru belum ada. Ini tentu menjadi catatan penting,” kata Sarwin.
Lebih jauh, legislator tersebut menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis untuk mendorong kehadiran perguruan tinggi negeri di Bekasi. Menurutnya, kehadiran kampus negeri tidak hanya penting bagi dunia pendidikan, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap perkembangan ekonomi, riset, serta kualitas sumber daya manusia.
Sarwin menegaskan bahwa upaya menghadirkan universitas negeri di Bekasi harus menjadi agenda serius pemerintah daerah ke depan, baik melalui komunikasi dengan pemerintah pusat maupun melalui dukungan kebijakan strategis di tingkat daerah.
“Kita perlu mendorong agar Bekasi memiliki universitas negeri sendiri. Ini penting untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas SDM daerah,” tegasnya.
Di tengah pertumbuhan kota yang terus melesat, harapan itu kini menguat: agar Bekasi tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan hunian, tetapi juga sebagai kota pendidikan yang mampu melahirkan generasi masa depan dari kampus-kampusnya sendiri.
(AdvertorialSetwan/DPRDKotaBekasi)






