Dari Bekasi News, Kota Bekasi — Di tengah riuh kota yang tak pernah benar-benar sunyi, lantunan ayat suci menggema dari halaman Masjid Al-Muhajirin Perumahan Pejuang Jaya, Kelurahan Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi. Sore itu, cahaya Ramadhan tak hanya turun dari langit, tapi juga menyala dari wajah-wajah remaja yang berani tampil, bersuara, dan berkarya dalam tajuk “Cheerful Ramadhan”.
Anggota DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, hadir langsung menyaksikan denyut semangat itu di Perumahan Pejuang Jaya, Medan Satria. Baginya, kegiatan Remaja Islam Masjid Al-Muhajirin bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ini momentum membangun jiwa, melatih disiplin, sportivitas, rasa percaya diri, dan kebersamaan,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Ratusan peserta memadati lokasi. Anak-anak melantunkan tilawah dengan suara bergetar penuh semangat. Remaja mengumandangkan adzan dengan keyakinan. Lomba kreativitas Islami menjadi ruang ekspresi yang membanggakan. Di balik setiap penampilan, ada latihan, ada keberanian, ada proses pembelajaran.
Ramadhan di halaman masjid itu terasa hidup—bukan sekadar ritual, tetapi gerakan sosial yang menyatukan.
Bang Muin( menegaskan, peran remaja masjid di tengah derasnya tantangan zaman sangat strategis. Ketika generasi muda mudah teralihkan oleh arus digital dan pergaulan tanpa arah, masjid hadir sebagai jangkar moral.
“Remaja Islam Masjid Al-Muhajirin memberi contoh bagaimana Ramadhan diisi dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Ini bukan hanya soal lomba, tapi pembinaan karakter,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Kota Bekasi. Sebab membangun kota tidak hanya lewat infrastruktur, tetapi juga lewat pembinaan akhlak dan solidaritas sosial.
Di bawah langit Ramadhan itu, mungkin tak ada gemerlap panggung besar. Namun yang tumbuh adalah sesuatu yang jauh lebih penting: generasi yang berani tampil, kuat iman, dan tidak kehilangan arah.
Ramadhan boleh datang setiap tahun. Tapi semangat yang ditanam hari ini—jika dijaga—akan menyala jauh melampaui bulan suci.
(Adv Setwan/DPRD Kota Bekasi)






