Evi Mafriningsianti: Angkot Bekasi Harus Naik Kelas

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Dari Bekasi News, Kota Bekasi — Deru mesin angkot yang meraung di tengah kemacetan, kursi usang yang menua bersama waktu, dan jalur yang kerap tumpang tindih tanpa kepastian arah—itulah potret transportasi publik yang masih akrab di mata warga Kota Bekasi.

Di tengah dinamika itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, mendorong pembenahan menyeluruh sistem angkutan kota agar lebih modern dan terintegrasi, serupa konsep JakLingko.

“Kita sepakat sejak awal bahwa modernisasi angkutan umum di Kota Bekasi itu perlu. Pemerintah harus melakukan pembenahan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar politisi Partai Amanat Nasional tersebut, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Evi, modernisasi bukan sekadar mengganti cat kendaraan atau mengganti nomor trayek. Lebih dari itu, perlu ada peremajaan armada, penataan ulang rute, integrasi pembayaran, hingga kepastian jam operasional. Transportasi publik, katanya, harus menjadi pilihan rasional warga—bukan pilihan terakhir karena keterpaksaan.

Baca Juga :  Tri Jangan Korupsi, Pesan Dedi Mulyadi Ini Dipuji Advokat

Di kota penyangga ibu kota yang mobilitasnya tinggi seperti Bekasi, sistem transportasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Tanpa integrasi, angkot, bus, dan moda lain hanya akan saling berebut penumpang di jalan yang sama, menciptakan kemacetan dan polemik berkepanjangan.

“Ke depan mudah-mudahan bisa merangkul semua pihak. Swasta yang memiliki armada harus diajak duduk bersama. Apakah diperlukan peremajaan, skema kemitraan, atau sistem baru yang lebih tertata, tentu perlu dibahas matang,” jelasnya.

Evi menekankan, pembenahan transportasi publik harus tetap mengedepankan keseimbangan. Modernisasi tidak boleh mematikan mata pencaharian para sopir dan pemilik angkot yang selama ini menggantungkan hidup di sektor tersebut. Justru, mereka harus menjadi bagian dari transformasi.

Transportasi publik, lanjutnya, harus mudah diakses, tarifnya terjangkau, aman, dan nyaman. Pemerintah Kota Bekasi dinilai memiliki komitmen ke arah sana, namun kebijakan konkret dan terukur menjadi kunci agar wacana tidak berhenti di meja rapat.

Baca Juga :  Tak Terbendung, PERPANI Kota Bekasi Dominasi Turnamen Panahan se-Jawa Barat

Di tengah laju urbanisasi dan pertumbuhan kendaraan pribadi yang kian padat, pembenahan angkutan umum bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Kota yang ingin maju tak bisa hanya mengandalkan jalan lebar, tetapi juga sistem transportasi yang tertata dan manusiawi.

“Yang terpenting, kebijakan harus berpihak pada masyarakat luas tanpa mematikan mata pencaharian pelaku transportasi yang sudah ada,” pungkasnya.

Sebab pada akhirnya, transportasi bukan hanya soal berpindah dari satu titik ke titik lain. Ia adalah urat nadi kota—yang menentukan apakah warganya bergerak dengan nyaman, atau terjebak dalam lingkaran kemacetan tanpa arah.

(Adv Setwan/DPRD Kota Bekasi)

Berita Terkait

Dari Target ke Prestasi, Perpani Kota Bekasi Resmi Gelar Turnamen Panahan Nasional
Genangan Air Tak Kunjung Usai, Oloan Nababan: Banjir Rawalumbu Butuh Solusi Nyata, Bukan Wacana
Bekasi Diserbu Pendatang, DPRD Minta Operasi Yustisi Digencarkan
Arus Pendatang Kota Bekasi Naik, Dewan Komisi IV Ahmadi Ingatkan Jangan Tanpa Bekal
Dewan Samuel Sitompul Dukung WFH, Pelayanan Publik Kota Bekasi Tak Boleh Turun
Fraksi PKS Bekasi Rangkul Media, Buka Ruang Kritik dan Kolaborasi
Rizki Topananda Bidik 10 Kursi, PKB Bekasi Mulai Langkah Dini
Ketua DPRD Bekasi Pilih Guyub, Lebaran Bersama Warga Jadi Tradisi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 11:10 WIB

Dari Target ke Prestasi, Perpani Kota Bekasi Resmi Gelar Turnamen Panahan Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:00 WIB

Genangan Air Tak Kunjung Usai, Oloan Nababan: Banjir Rawalumbu Butuh Solusi Nyata, Bukan Wacana

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:03 WIB

Bekasi Diserbu Pendatang, DPRD Minta Operasi Yustisi Digencarkan

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:28 WIB

Arus Pendatang Kota Bekasi Naik, Dewan Komisi IV Ahmadi Ingatkan Jangan Tanpa Bekal

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:18 WIB

Dewan Samuel Sitompul Dukung WFH, Pelayanan Publik Kota Bekasi Tak Boleh Turun

Senin, 23 Maret 2026 - 20:40 WIB

Rizki Topananda Bidik 10 Kursi, PKB Bekasi Mulai Langkah Dini

Senin, 23 Maret 2026 - 20:13 WIB

Ketua DPRD Bekasi Pilih Guyub, Lebaran Bersama Warga Jadi Tradisi

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:55 WIB

Pastikan Mudik Aman, Ketua DPRD Bekasi Sidak Kesiapan Layanan

Berita Terbaru