Dari Bekasi News, Kota Bekasi — Menjelang perayaan ulang tahun ke-29 Kota Bekasi, suara kritik justru bergema dari gedung wakil rakyat. Di tengah persiapan seremoni dan euforia hari jadi, DPRD mengingatkan: usia kota yang kian dewasa harus diiringi dengan tata kelola pemerintahan yang matang dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Anggota DPRD Kota Bekasi, H.Anton, S.Kom menegaskan bahwa momen hari jadi bukan sekadar perayaan seremonial. Lebih dari itu, ia harus menjadi cermin untuk menilai sejauh mana pemerintah kota menjawab persoalan klasik yang masih menghantui warga—dari tata kelola birokrasi hingga kualitas infrastruktur yang belum merata.
Anton menyoroti dinamika yang belakangan muncul di tubuh pemerintahan Kota Bekasi. Menurutnya, isu-isu yang beredar harus segera dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan kegaduhan yang menggerus kepercayaan publik.
“Banyak isu di pemerintahan yang harus segera ditepis,” tegasnya.
Bagi Anton, slogan “Bekasi Keren” yang kerap digaungkan pemerintah tidak boleh berhenti sebagai jargon di baliho dan panggung acara. Kata “keren” harus menjelma dalam bentuk nyata: pelayanan publik yang sigap, birokrasi yang transparan, serta pembangunan infrastruktur yang benar-benar menyentuh kehidupan warga.
Ia menilai, sebuah kota tidak menjadi keren hanya karena gemerlap seremoni atau jargon kebanggaan. Kota disebut maju ketika jalannya layak dilalui, layanannya cepat dirasakan, dan pemerintahnya berdiri tegak di atas kepercayaan rakyat.
Meski demikian, Anton tetap memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bekasi. Ia melihat fondasi tata kelola pemerintahan sudah berada di jalur yang benar, meskipun masih membutuhkan komitmen kuat untuk terus diperbaiki.
“Secara tata kelola sudah baik. Tapi tentu harus terus diperkuat,” ujarnya.
Menjelang puncak perayaan HUT Kota Bekasi pada 10 Maret mendatang, Anton berharap seluruh elemen pemerintahan mampu menyingkirkan ego sektoral dan memperkuat sinergi. Sebab bagi kota yang terus tumbuh seperti Bekasi, kebersamaan dalam membangun jauh lebih penting daripada sekadar merayakan usia.
Pada akhirnya, ulang tahun kota bukan sekadar menambah angka dalam sejarah. Ia adalah pengingat—bahwa di balik setiap lilin perayaan, ada harapan warga yang menunggu untuk diwujudkan.
(Adv Setwan/DPRD Kota Bekasi)






