Dari Bekasi, Kota Bekasi — Menyambut usia ke-29, Kota Bekasi tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya sebagai kota penyangga ibu kota. Di balik persiapan peringatan hari jadi tersebut, ada upaya menghadirkan perayaan yang tidak sekadar seremonial, tetapi juga menyentuh sisi sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat.
Di Gedung DPRD Kota Bekasi, Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) mulai mematangkan berbagai rangkaian kegiatan yang akan digelar bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan. Rapat koordinasi lintas organisasi digelar untuk memastikan seluruh agenda berjalan selaras dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Ketua IKIAD Kota Bekasi, Susi Listyaningsih, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Kota Bekasi tahun ini sengaja dirancang lebih bermakna. Bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin rangkaian HUT Kota Bekasi tetap terasa khidmat karena berlangsung di bulan Ramadan, namun tetap memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu agenda utama yang dipersiapkan adalah talkshow bertema “Cantik dan Bugar di Bulan Ramadan”, yang akan menghadirkan edukasi kesehatan dan kebugaran bagi perempuan selama menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini akan berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan melibatkan berbagai narasumber yang kompeten di bidangnya.
Namun perayaan tidak berhenti pada ruang diskusi. Area Gedung DPRD Kota Bekasi juga akan disulap menjadi panggung ekonomi rakyat melalui bazaar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong geliat ekonomi masyarakat di tengah bulan Ramadan, sekaligus memberi ruang promosi bagi para pelaku usaha, khususnya perempuan yang tergabung dalam jaringan pengusaha muslimah.
Perwakilan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Bekasi, Dina, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh kegiatan tersebut dengan menghadirkan materi edukatif sekaligus produk-produk UMKM binaan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal agar produk mereka dikenal masyarakat dan mampu berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, jadwal acara juga disusun dengan pengaturan yang ketat. Talkshow dan bazaar akan digelar pada pagi hingga siang hari, kemudian dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Hari Jadi Kota Bekasi ke-29 yang berlangsung secara khidmat.
Sementara itu, suasana kebersamaan akan ditutup dengan buka puasa bersama, sebuah simbol silaturahmi antara unsur pemerintah daerah, DPRD, organisasi perempuan, dan masyarakat Bekasi.
Bagi IKIAD, perayaan ulang tahun kota bukan hanya tentang meniup lilin usia. Lebih dari itu, ia adalah refleksi perjalanan sebuah kota yang terus tumbuh—bersama harapan masyarakat yang ingin melihat Bekasi semakin maju, berdaya, dan manusiawi.
Di usia yang hampir menyentuh tiga dekade, Kota Bekasi diingatkan pada satu hal penting: perayaan boleh meriah, tetapi makna kebersamaan dan kebermanfaatan harus tetap menjadi inti.
(AdvertorialSetwan/DPRDKotaBekasi)






