DariBekasiNews, Kota Bekasi — Gelombang urbanisasi pasca-Lebaran kembali membanjiri Kota Bekasi. Ribuan pendatang datang membawa harapan baru, menjadikan kota ini sebagai tujuan untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.
Di tengah arus tersebut, Pemerintah Kota Bekasi didorong untuk tidak sekadar menerima, tetapi juga mengendalikan laju urbanisasi melalui langkah konkret. Salah satunya adalah penguatan operasi yustisi sebagai instrumen penertiban administrasi kependudukan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Suryana, menegaskan bahwa fenomena urbanisasi merupakan hal yang wajar. Namun, tanpa pengawasan yang baik, kondisi ini berpotensi memunculkan persoalan sosial baru.
“Urbanisasi itu hal biasa, tapi harus diantisipasi. Jangan sampai yang datang hanya bermodal nekat tanpa kesiapan,” ujarnya.
Menurutnya, operasi yustisi perlu digencarkan untuk memastikan setiap pendatang memiliki identitas yang jelas serta tercatat secara administratif. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketertiban dan memudahkan pengawasan.
“Operasi yustisi harus berjalan. Ini penting agar pendatang tertib administrasi dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.
Selain penertiban administrasi, Wildan juga mengingatkan bahwa kesiapan individu menjadi faktor utama. Pendatang diharapkan memiliki keterampilan dan kesiapan kerja agar mampu bersaing di tengah ketatnya pasar tenaga kerja.
Tanpa bekal tersebut, urbanisasi justru berisiko menambah angka pengangguran serta beban sosial di Kota Bekasi.
Ia juga menyoroti bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan di Bekasi belum sepenuhnya mampu menampung seluruh pencari kerja yang datang setiap tahun.
Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada penertiban, tetapi juga memperkuat kebijakan penciptaan lapangan kerja dan pelatihan keterampilan.
Dengan kombinasi antara operasi yustisi yang tegas dan kesiapan pendatang, diharapkan arus urbanisasi dapat tetap terkendali tanpa menimbulkan dampak negatif.
Di tengah derasnya arus harapan yang datang ke Bekasi, satu pesan ditegaskan: kota ini terbuka bagi siapa saja, tetapi hanya mereka yang siap dan tertib yang akan mampu bertahan.
(AdvertorialSetwan/DPRDKotaBekasi)






