

Dari Bekasi News, Kota Bekasi — Dunia usaha memang identik dengan hitung-hitungan laba. Tetapi bagi para pengusaha muda di Bekasi, keuntungan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Ada nilai lain yang tak kalah penting: kepedulian sosial dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Pesan itu ditegaskan dalam kegiatan buka puasa bersama dan santunan kepada 95 anak yatim yang digelar oleh Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kota Bekasi di Hotel Horison Ultima Bekasi.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, para pengusaha muda berkumpul bukan sekadar untuk mempererat jaringan bisnis, tetapi juga untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dari Yayasan Thariqul Jannah yang diundang secara khusus.
Kehadiran puluhan anak yatim dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat sederhana bahwa dunia usaha tidak boleh berjalan sendiri. Ia harus tumbuh bersama masyarakat, memberi manfaat, dan membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Acara tersebut turut dihadiri berbagai unsur penting di Kota Bekasi, mulai dari perwakilan Pemerintah Kota Bekasi, unsur Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Bekasi, pimpinan perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia Cabang Bekasi, hingga para Dewan Kehormatan dan Dewan Pembina HIPMI Kota Bekasi.
Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan bahwa sinergi antara pengusaha muda, pemerintah daerah, dan sektor perbankan tidak hanya dibangun untuk memperkuat ekonomi, tetapi juga untuk memperluas dampak sosial di tengah masyarakat.
Wakil Ketua Umum HIPMI Kota Bekasi, Temi Hermanto, menegaskan bahwa organisasi pengusaha muda harus hadir tidak hanya sebagai motor penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di lingkungan sekitarnya.
“Pengusaha jangan hanya menghitung untung. Dunia usaha juga harus punya kepedulian sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat nilai tersebut. Di bulan yang penuh berkah ini, semangat berbagi dan kebersamaan harus menjadi bagian dari budaya dunia usaha.
Melalui kegiatan santunan kepada anak-anak yatim, HIPMI Kota Bekasi ingin menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis seharusnya berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan Ramadan, sebelum akhirnya para tamu dan undangan menikmati hidangan berbuka puasa dalam suasana penuh kehangatan.
Senyum anak-anak yatim yang menerima santunan menjadi pemandangan yang sulit dilupakan. Di balik angka-angka bisnis yang sering dibicarakan di ruang rapat, ada nilai kemanusiaan yang tetap harus dijaga.
Melalui kegiatan ini, HIPMI Kota Bekasi berharap semangat berbagi tidak berhenti pada satu acara seremonial semata. Lebih dari itu, ia diharapkan menjadi budaya dalam dunia usaha—bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa besar keuntungan yang diraih, tetapi seberapa besar kebaikan yang dapat diberikan kepada masyarakat.
(DM)






