Dari Bekasi News, Kota Bekasi — Ramadan selalu menghadirkan ruang bagi manusia untuk kembali menata hati. Di tengah suasana penuh berkah itu, insan pers di Bekasi memilih merayakannya bukan hanya dengan kebersamaan, tetapi juga dengan kepedulian.
Hal itu terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim piatu yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia Bekasi Raya bersama DKM Al Qolam, Sabtu (7/3/2026).
Acara yang berlangsung hangat ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan nilai kemanusiaan di tengah profesi jurnalistik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sardi Efendi, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Bekasi, Nadih Arifin, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan para wartawan dari berbagai media di Bekasi Raya.
Dalam kesempatan itu, Sardi Efendi memberikan apresiasi terhadap inisiatif insan pers yang tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim.
“Ini kegiatan yang sangat baik. Kita mengapresiasi PWI Bekasi Raya yang menggelar buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim. Apalagi di bulan Ramadan ini memang menjadi bulan untuk berbagi,” ujar Sardi.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat, terutama kepada anak-anak yatim, merupakan nilai yang sangat mulia. Ia bahkan menilai profesi wartawan memiliki kedudukan penting karena tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
“Profesi wartawan adalah profesi yang mulia. Ketika wartawan peduli kepada anak yatim, tentu itu menjadi berkah, apalagi didoakan oleh mereka,” katanya.
Namun di balik apresiasi tersebut, Sardi juga menyampaikan pesan penting kepada para insan pers. Ia mengingatkan agar wartawan tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat membutuhkan pemberitaan yang objektif, akurat, dan dapat dipercaya.
“Saya berharap wartawan tetap kompak dan terus menyajikan berita yang objektif dan akurat. Jadilah wartawan yang profesional agar informasi yang disampaikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Puluhan anak yatim yang hadir tampak menikmati rangkaian acara, mulai dari doa bersama hingga penyerahan santunan yang diberikan oleh para pengurus dan anggota PWI Bekasi Raya.
Kehadiran Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi, Nadih Arifin, juga menjadi simbol pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan transparan.
Di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi, kolaborasi antara pemerintah dan media dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Menjelang waktu berbuka, suasana di lokasi acara terasa semakin hangat. Doa-doa dipanjatkan bersama, diikuti senyum anak-anak yatim yang menerima santunan dengan penuh rasa syukur.
Melalui kegiatan tersebut, PWI Bekasi Raya ingin menunjukkan bahwa profesi wartawan bukan hanya tentang menulis berita dan mengejar informasi, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Karena pada akhirnya, jurnalisme yang kuat bukan hanya dibangun oleh pena dan kamera, tetapi juga oleh nurani yang tetap hidup untuk berbagi dan menginspirasi.
(AdvSetwan/DPRDKotaBekasi)






