Pak Gubernur, Story Anda Bukan Ruang Demokrasi, Like Bukan Legitimasi

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 02:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Terbuka untuk “Gubernur Medsos” Jawa Barat: Like Bukan Legitimasi, Story Bukan Demokrasi!

 

Kepada Yth:

Bapak Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Pak Gubernur,

Kami mendengar pernyataan Anda: “Media sosial lebih penting daripada media massa.” Sederhana tapi menyesakkan dada.

Apakah sekarang kebenaran cukup diukur dari view dan like? Apakah demokrasi cukup dikendalikan dengan story 15 detik tanpa verifikasi?

 

Bapak Gubernur,

UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 3 ayat (1) menyatakan:

“Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.”

Pasal 4 ayat (3) menyatakan dengan tegas:

“Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.”

Apakah Anda ingin mengganti pasal-pasal itu dengan tombol “share” dan “comment”?

Apakah kami para wartawan, harus ikut antre untuk menyalin ulang narasi dari akun TikTok Anda, agar dianggap mendukung pembangunan Jawa Barat?

 

Pak Gubernur,

Kami ingatkan, media sosial hanyalah etalase, bukan ruang kontrol. Anda boleh viral setiap hari, tetapi viralitas bukan ukuran transparansi, apalagi tanggung jawab publik.

Saat kami mewawancarai rakyat kecil, saat kami menulis keluhan masyarakat pinggir kota, saat kami menyuarakan ketidakadilan, itu adalah bagian dari tugas pers yang dijamin undang-undang. Tugas kami bukan menambah like Anda, tapi memastikan kebijakan Anda adil untuk semua rakyat.

Kami bukan buzzer. Kami bukan admin konten. Kami bukan humas kekuasaan.

Jika media hanya dipandang sebelah mata, lalu Anda berharap kritik dan koreksi dari mana? Atau Anda sudah merasa cukup dengan puja-puji netizen di kolom komentar yang penuh emoji dan sticker?

Kami menuntut klarifikasi dari Anda. Bukan sekadar klarifikasi untuk pers, tetapi untuk publik Jawa Barat yang Anda pimpin.

Pers bukan pesaing akun medsos Anda. Pers adalah pilar demokrasi, pilar yang Anda injak dengan pernyataan Anda. Jika hari ini Anda meremehkan pers, esok lusa rakyat akan tahu Anda sedang menyiapkan panggung untuk tepuk tangan sendiri.

 

Pak Gubernur,

Demokrasi itu kritik, bukan konten. Transparansi itu klarifikasi, bukan gimmick. Keadilan informasi itu akses terbuka untuk semua media, bukan hanya untuk akun pribadi Anda.

Kalau semua hanya disiarkan dari kamera selfie Anda, apa bedanya Jawa Barat dengan vlog pribadi Anda?

Hormati kami, hormati publik.

Kami akan tetap bekerja, meski Anda hanya percaya pada algoritma.

 

Hormat saya,

Dicky Machruzar Siregar

(Insan Pers Kota Bekasi yang percaya demokrasi bukan sekadar trending topic)

Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:00 WIB

Genangan Air Tak Kunjung Usai, Oloan Nababan: Banjir Rawalumbu Butuh Solusi Nyata, Bukan Wacana

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:03 WIB

Bekasi Diserbu Pendatang, DPRD Minta Operasi Yustisi Digencarkan

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:28 WIB

Arus Pendatang Kota Bekasi Naik, Dewan Komisi IV Ahmadi Ingatkan Jangan Tanpa Bekal

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:18 WIB

Dewan Samuel Sitompul Dukung WFH, Pelayanan Publik Kota Bekasi Tak Boleh Turun

Senin, 23 Maret 2026 - 22:25 WIB

Fraksi PKS Bekasi Rangkul Media, Buka Ruang Kritik dan Kolaborasi

Senin, 23 Maret 2026 - 20:13 WIB

Ketua DPRD Bekasi Pilih Guyub, Lebaran Bersama Warga Jadi Tradisi

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:55 WIB

Pastikan Mudik Aman, Ketua DPRD Bekasi Sidak Kesiapan Layanan

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:38 WIB

Antrean Truk Sampah ke Bantargebang Picu Kemacetan, Dewan Anton: Harus Segera Ada Solusi!

Berita Terbaru