Penataan Lapangan Multiguna Kota Bekasi, KPJ Kota Bekasi: Bangun Kotanya, Jangan Lupa Bangun Manusianya!

- Redaksi

Senin, 23 Februari 2026 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Dari Bekasi News – Kota Bekasi. Senin (24/02/2026), Remon Bitti, Ketua KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) Kota Bekasi, menyampaikan pandangannya terkait penggusuran lapak UMKM yang bersebelahan dengan Pendopo Apresiasi—markas dan ruang berkumpul anak-anak KPJ Kota Bekasi—di Lapangan Multiguna.

Remon menegaskan bahwa KPJ sebagai bagian dari warga negara Indonesia, khususnya warga Kota Bekasi, mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan K3: kebersihan, ketertiban, dan keamanan. Namun ia berharap kebijakan penataan tidak menghilangkan ruang pembinaan yang selama hampir tiga dekade telah tumbuh dan memberi manfaat nyata.

KPJ Kota Bekasi telah 29 tahun bergerak sebagai wadah pembinaan olahraga, seni, dan kebudayaan. Sejak 2003, mereka menggunakan panggung yang dibangun pemerintah pada 2002 dilapangan Multiguna Kota Bekasi sebagai pusat kegiatan. Dari panggung itu lahir latihan teater, musik, diskusi, hingga pembinaan olahraga seperti taekwondo dan tinju bagi anak-anak jalanan yang memiliki bakat di bidang tersebut dan sudah diketahui oleh para seniman jalanan dan pencinta budaya dari daerah lain.

“Jangan yang jelas-jelas dibina, justru yang tidak jelas seperti kami di jalanan ini tidak mendapat ruang. Padahal tidak semua anak jalanan berbakat seni. Ada yang berbakat olahraga, dan itu juga harus dibina,” ujar Remon.

Pendopo Apresiasi bukan sekadar tempat berkumpul juga menjadi ruang diskusi Kata Kota Kita, dan pusat edukasi bagi anak-anak jalanan dengan prinsip: kemandirian adalah cermin jiwa merdeka. Di sana, mereka membangun sumber daya manusia, berdiskusi lintas komunitas, dan merajut gagasan untuk Kota Bekasi.

Lapangan Multiguna selama ini menjadi kantong budaya. Berbagai komunitas hadir dan berjejaring: komunitas barang antik, batu akik pandan, sepeda ontel, Oi (Orang Indonesia), hingga lintas komunitas lainnya. Kontes batu, edukasi tentang pusaka, hingga ruang temu gagasan tumbuh di sana.

Baca Juga :  Makin Deras Dukungan, DPC KAI Kota Bekasi Deklarasi Dukungan Paslon 01 Heri - Sholihin

Remon bahkan mengusulkan agar kawasan tersebut dikembangkan menjadi pasar seni, menghidupkan identitas budaya Bekasi, yang dahulu dikenal dengan rawa-rawa seperti Rawa Pangggulan, Rawa Aren, Rawa Tembaga, hingga Rawa Bebek yang kini berubah menjadi kawasan modern.

Menurutnya, Bekasi bukan hanya Kota Patriot, Kota Iman, atau Kota Santri, tetapi juga harus memiliki wajah budaya yang kuat dan membumi. “Kalau Ternate punya bacan, Bekasi punya batu akik pandan. Kita punya ciri khas. Tinggal diberi ruang, tegasnya

Terkait penggusuran, untuk sementara KPJ masih diberi waktu hingga audiensi dengan pemerintah setempat.

Harapan mereka sederhana: ruang ini tetap dipertahankan karena manfaatnya nyata, bukan hanya bagi KPJ, tetapi juga bagi anak-anak jalanan yang membutuhkan pembinaan dan perhatian.

Remon menekankan bahwa urusan anak di bawah umur adalah tanggung jawab negara, namun KPJ kerap menjadi penyambung ketika ada yang sakit, putus sekolah, atau membutuhkan bantuan sosial.

Ia mengibaratkan, jika ada kawasan dilarang merokok, harus ada kawasan bebas rokok; jika ada larangan berdagang, harus ada ruang berdagang. Begitu pula dengan ruang berekspresi dan pembinaan. Tanpa ruang, persoalan sosial tidak selesai—hanya berpindah tempat.

Pendopo Apresiasi juga diakui warga sekitar membawa dampak positif. Kawasan yang dulu rawan dan kerap terjadi tindakan asusila maupun kriminal, perlahan berubah karena ada aktivitas seni, olahraga, dan komunitas yang menjaga lingkungan tetap hidup.

Baca Juga :  Ratusan Masyarakat Bekasi Hadiri Dzikir Dan Pengajian Bersama Mochtar Mohammad

 

Remon Bitti menutup dengan idiom yang menjadi napas perjuangan KPJ:

“Jalanan bukan sandaran, jalanan bukan pelarian. Jalanan adalah kehidupan. Jalanan bukan impian, bukan khayalan—jalanan adalah kenyataan. Di jalanan banyak orang-orang yang dikalahkan, di jalanan banyak orang berharap pada Tuhan, di jalanan ada orang penyebar persaudaraan, di jalanan perjuangan hidup pantang pudar. Rukun dan damai hidup di jalanan.”

Ia juga menegaskan, tidak ada pemuda dan pemudi Indonesia yang bercita-cita menjadi pengamen. Di jalanan ada empat motivasi: karier, batu loncatan, iseng, dan profesi. Ada yang mengamen untuk membiayai rekaman karya sendiri, ada yang bertahan sementara sebelum mendapat pekerjaan, ada pelajar yang tersesat arah, hingga mereka yang belum memiliki pilihan hidup lain. Jalanan bukan tujuan akhir, melainkan ruang bertahan hidup.

“Tidak ada aturan di dalam KPJ yang ada larangan. Larangan itu ada dua. Pertama dilarang kriminal, karena kalau kriminal berarti tempat kita tidak aman dan petugas datang dan kita tidak nyaman. Kedua dilarang bertengkar atau ribut sama saudara, karena Tuhan paling senang melihat umatnya rukun. Kalau kita rukun kabutnya putih bencana pergi. Tapi kalau kita bertengkar kabutnya hitam bencana datang. Nama itu kosong, karya itu nyata,” pungkasnya.

KPJ berharap Pemerintah Kota Bekasi menjadi penyambung, bukan pemutus. Karena ketika ruang hidup, ruang seni, dan ruang pembinaan tetap dijaga, maka Bekasi tidak hanya membangun fisik kotanya, tetapi juga membangun manusianya.

 

(DM)

Berita Terkait

Dari Bali ke Bekasi: Nasi Tempong Nusa Dua Kini Hadir di Ruko Galaxy
Reses Penuh Makna: Bang Haji Gilang Serap Aspirasi Warga RW 13 Kranji dengan Hati dan Aksi Nyata
Hadiri Reses Latu Har Hary, Bang Heri Koswara Soroti Minimnya Aktualisasi Pemuda
Hajjah Ii Marlina Turun Reses, Fraksi PKS Panen Aspirasi Warga
Pelayanan Tak Cukup di Ruang Periksa, Puskesmas Karangkitri Jemput Kolaborasi Publik
Pencalonan BPD Serentak Bekasi, Moch Firman: Temuan BPK Alarm Kegagalan Kontrol Desa
PSTD Resmi Terbentuk, Ketum Henriko Siagian Tegaskan Solidaritas Tuan Dibangarna Mendunia
Dicatut Sindikat Online, Ketua PWI Bekasi Angkat Bicara: Ini Fitnah Digital!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 23:17 WIB

Penataan Lapangan Multiguna Kota Bekasi, KPJ Kota Bekasi: Bangun Kotanya, Jangan Lupa Bangun Manusianya!

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:01 WIB

Dari Bali ke Bekasi: Nasi Tempong Nusa Dua Kini Hadir di Ruko Galaxy

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:18 WIB

Reses Penuh Makna: Bang Haji Gilang Serap Aspirasi Warga RW 13 Kranji dengan Hati dan Aksi Nyata

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:55 WIB

Hadiri Reses Latu Har Hary, Bang Heri Koswara Soroti Minimnya Aktualisasi Pemuda

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:32 WIB

Hajjah Ii Marlina Turun Reses, Fraksi PKS Panen Aspirasi Warga

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:08 WIB

Pencalonan BPD Serentak Bekasi, Moch Firman: Temuan BPK Alarm Kegagalan Kontrol Desa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:34 WIB

PSTD Resmi Terbentuk, Ketum Henriko Siagian Tegaskan Solidaritas Tuan Dibangarna Mendunia

Senin, 12 Januari 2026 - 21:09 WIB

Dicatut Sindikat Online, Ketua PWI Bekasi Angkat Bicara: Ini Fitnah Digital!

Berita Terbaru