SLF Tak Cukup Hanya Formalitas, Bunda Evi: Harus Bentuk Satgas Khusus SLF dan Perubahan Perda

- Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Bekasi — Di tengah lalu lintas pembangunan yang semakin padat di Kota Bekasi, satu hal mendesak yang tak boleh diabaikan adalah Sertifikat Laik Fungsi (SLF)—dokumen sah yang menyatakan bahwa sebuah bangunan aman dan layak digunakan. Namun, di balik deretan gedung yang menjulang dan pusat perbelanjaan yang gemerlap, tersimpan ironi: hanya sekitar 9% bangunan di Kota Bekasi yang memiliki SLF dari total lebih dari 6.000 bangunan yang berdiri.

Dalam sesi podcast Telusur Parlementaria yang digelar pada Rabu sore, 30 Juli 2025 di ruang Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bekasi, Kalimalang, Evi Mafriningsianti, S.E., M.M., Anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi II, sekaligus Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bekasi menyampaikan urgensi pembenahan serius dalam sistem pengawasan dan penindakan terkait SLF.

“SLF bukan sekadar lembaran dokumen. Ia menyangkut nyawa. Gedung yang difungsikan tanpa kelayakan teknis bisa menjadi bom waktu bagi masyarakat,” tegas Bunda Evi, sapaan akrabnya.

 

Komisi II DPRD Kota Bekasi, yang membidangi urusan perekonomian, perindustrian, dan pelayanan publik, kini menyoroti lemahnya pengawasan serta minimnya sinergi antar perangkat daerah dalam urusan SLF. Evi menilai, perlu adanya langkah luar biasa untuk membendung pembiaran ini.

Baca Juga :  Puji Kesigapan Polres Kota Bekasi Kasus Pemukulan Wartawan, Ketua PWI Bekasi Raya: Apresiasi Untuk Polisi

Usulan Satgas Khusus SLF menjadi salah satu inisiatif yang dilontarkan dalam forum tersebut. Bunda Evi mendorong pembentukan satuan tugas yang melibatkan lintas sektor: DPMPTSP, Dishub, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, dan Satpol PP.

“Kami mendorong Satgas SLF untuk ‘menjemput bola’. Tak cukup hanya menunggu pemohon datang. Petugas harus aktif turun ke lapangan, memberi edukasi, dan menindak jika ditemukan pelanggaran,” ujar Evi.

 

Ia menyoroti bahwa rendahnya partisipasi pemilik gedung untuk mengurus SLF bukan hanya soal ketidaktahuan, tapi juga karena lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah.

Tak hanya itu, Evi juga menyinggung perlunya revisi Peraturan Daerah (Perda) yang selama ini dianggap terlalu lunak dalam aspek penindakan. Menurutnya, saat ini diperlukan perda yang cukup tegas dalam memberi efek jera kepada pelanggar.

“Perda harus direvisi agar tak hanya memberi dasar administrasi, tapi juga mampu menjerat pelanggaran SLF sebagai tindakan pidana ringan atau sedang. Ini menyangkut perlindungan jiwa,” katanya.

 

Mengacu pada UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, serta PP No. 16 Tahun 2021 tentang pelaksanaan UU Cipta Kerja di sektor perumahan dan kawasan permukiman, disebutkan bahwa bangunan yang digunakan tanpa SLF merupakan bentuk pelanggaran hukum yang bisa dikenai sanksi administratif hingga pidana.

Baca Juga :  Semarak HUT Sorot News Ke-14, Menggelar Seminar dan Dialog Nasional serta Penghargaan Anugerah Sorot News Golden Award 2024

Bunda Evi menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh dinas teknis dan pemangku kepentingan untuk duduk bersama menyusun roadmap percepatan SLF di Kota Bekasi. Kota ini, menurutnya, tak bisa dibiarkan tumbuh secara liar. Harus ada penataan dan keberanian menindak.

“Kita tak ingin ada korban dulu baru bergerak. SLF harus menjadi budaya baru dalam tata ruang Kota Bekasi,” pungkasnya.(DMS)

Berita Terkait

CKG Sekolah Puskesmas Pondokgede: Deteksi Dini, Lindungi Anak Sejak Dini
Pengurus JAPNAS Bekasi Dilantik, HIPMI Dorong Kolaborasi Pengusaha
Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan
Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan
Tabligh Akbar H. Zaini Sidi, Ribuan Jamaah Larut dalam Maulid dan Syukur Keluarga
PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Sepakat Perkuat Keterbukaan Informasi
B50 Jadi Kebijakan Nasional, Temi Hermanto: Pengusaha Jangan Takut Perubahan
WNA di Bekasi Disorot, PWI Dorong Pengawasan Terpadu
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:32 WIB

CKG Sekolah Puskesmas Pondokgede: Deteksi Dini, Lindungi Anak Sejak Dini

Senin, 7 September 2026 - 12:14 WIB

Pengurus JAPNAS Bekasi Dilantik, HIPMI Dorong Kolaborasi Pengusaha

Jumat, 4 September 2026 - 19:34 WIB

Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan

Jumat, 4 September 2026 - 19:30 WIB

Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Tabligh Akbar H. Zaini Sidi, Ribuan Jamaah Larut dalam Maulid dan Syukur Keluarga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:31 WIB

PWI Bekasi Raya dan Kapolres Putu Kholis Sepakat Perkuat Keterbukaan Informasi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:36 WIB

WNA di Bekasi Disorot, PWI Dorong Pengawasan Terpadu

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Arin, Putri Waras Wasisto, Melaju ke Final Abang Mpok Kota Bekasi 2026, Mohon Doa dan Dukungan Warga

Berita Terbaru

Berita

Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:34 WIB

Berita

Dituding Menipu, Gandhi Balik Laporkan Dugaan Pemerasan

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:30 WIB