Dari Bekasi News, Kota Bekasi — Suasana hangat Ramadan terasa kental dalam kegiatan rapat kerja dan buka puasa bersama Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN) Jakarta–Bekasi Raya yang digelar di Grand Arsyilla Hotel, Sabtu (7/3/2026).
Acara tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan peran alumni dalam pembangunan daerah. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Sardi Efendi, Ade Sukron Anas, Ketua BAZNAS Kota Bekasi Nurul Akmal, Camat Tambun Utara Nazmudin, serta Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi Akbar Khadafi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Bekasi Dr. Sardi Efendi menegaskan bahwa bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga menjadi waktu untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah bulan berbagi, bulan empati antar sesama. Di bulan inilah kita merasakan kebersamaan dan kebahagiaan, terutama saat berbuka puasa bersama. Semoga keberkahan Ramadan ini membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat,” ujar Bang Sardi.
Menurutnya, suasana Ramadan di Kota Bekasi tahun ini terasa lebih hidup. Meski masyarakat menghadapi tantangan ekonomi seperti inflasi dan efisiensi anggaran, aktivitas ekonomi justru terlihat bergairah.
Ia menilai geliat tersebut terlihat dari ramainya tempat-tempat makan yang dipenuhi warga yang berbuka puasa bersama keluarga maupun kerabat.
“Rumah makan penuh, tempat-tempat buka puasa bersama ramai. Ini menunjukkan ekonomi tetap berputar dan masyarakat masih merasakan kebahagiaan Ramadan,” katanya.
Selain itu, Sardi Efendi juga menyoroti pentingnya penegakan aturan selama Ramadan, termasuk terkait operasional tempat hiburan malam (THM) yang telah diatur melalui imbauan pemerintah daerah.
“Maklumat wali kota sudah jelas. Tinggal bagaimana penegakan oleh OPD terkait agar suasana Ramadan tetap kondusif,” tegasnya.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan kalangan alumni akademisi. Ketua Ikatan Alumni UIN Jakarta Bekasi Raya, Abdul Shomad, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya ingin mengambil peran sebagai mitra intelektual dalam pembangunan daerah.
Menurut Abdul Shomad, rapat kerja yang digelar bersamaan dengan buka puasa bersama itu sengaja menghadirkan Ketua DPRD Kota Bekasi untuk membuka ruang komunikasi dan meminta arahan terkait bidang apa saja yang dapat disinergikan antara alumni dan pemerintah daerah.
“Kami sengaja mengundang Ketua DPRD Kota Bekasi untuk meminta masukan wilayah atau bidang mana yang bisa kami ikut berpartisipasi. Kami ingin menjadi mitra dalam pembangunan, khususnya dari sisi gagasan, kajian, dan penguatan intelektual,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa IKALUIN tidak bergerak pada sektor infrastruktur atau proyek fisik, melainkan berfokus pada kontribusi pemikiran, kajian akademik, hingga kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ini basisnya intelektual. Kontribusi kami lebih pada gagasan, kajian, pengawasan, serta kegiatan pendidikan dan penyuluhan keagamaan yang bisa memperkuat moral dan kompetensi masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, kata Abdul Shomad, anggota IKALUIN Bekasi Raya yang terdata dalam jaringan komunikasi internal mencapai sekitar 300 orang. Namun ia meyakini jumlah alumni yang tersebar di wilayah Bekasi Raya jauh lebih besar.
Ia berharap ke depan para alumni dapat bersatu menjadi kekuatan intelektual yang solid untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Kita ingin alumni yang tersebar ini menjadi kekuatan yang bisa dikolaborasikan untuk kemajuan Bekasi Raya,” katanya.
Melalui pertemuan tersebut, IKALUIN juga mengusung semangat kolaborasi pembangunan Bekasi Raya dengan menggabungkan semangat pembangunan Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dalam satu visi bersama.
“Semangatnya sederhana, mari bersama membangun Bekasi agar semakin keren, bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkas Abdul Shomad.
(AdvSetwan/DPRDKotaBekasi)






