Ketum PKN Sesalkan Penerapan Hukum Di Kejaksaan Karawang

- Redaksi

Jumat, 21 Februari 2025 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-Bekasi Kota-

 

 

Kasus tawuran remaja yang menimbulkan korban jiwa di Kabupaten Karawang mendakwa 2 tersangka dari 12 remaja yang sempat ditangkap oleh pihak Kepolisian Kerawang. MC alias Beto dan MY menjadi 2 tersangka kemudian diputuskan oleh Pengadilan Negeri Karawang untuk menjalani hukuman 7 tahun 6 bulan di Lembaga Permasyarakatan Khusus Anak(LPKA) Bandung karena usia mereka yang masih dibawah umur.

 

Dalam konferensi persnya, Kamis(20/02.2025) di sekretariat DPP PKN, Dikaios Mangapul Sirait, Ketua Umum Perisai Kebenaran Nasional(PKN) yang menjadi kuasa hukum dari salah satu tersangka yang berinsial MY menyesalkan keteledoran yang dilakukan oleh oknum Kejaksaan Negeri Karawang dalam perkara hukum tersebut.

“Saya mendapat info bahwa LPKA Bandung menolak menerima klien kami tapi teman nya yang kasusnya sama diterima. Kemudian kami sempat diberitahu oleh Kasipidum Kejaksaan Bandung bahwa klien kami MY tidak bisa masuk ke LPKA Bandung terkendala karena ada tiga hari tidak diketahui keberadaannya dimana. Ini jelas akibat kelalaian dan kecerobohan Jaksa,” tegas Ketua Umum PKN, Dikaios Mangapul Sirait.

Baca Juga :  Asli Orang Bekasi, Bang Heri Tuai Dukungan Warga Kota Bekasi

Sebelumnya, kedua tersangka kasus tawuran remaja tersebut terjadi pada bulan Mei 2024 diwilayah hukum Karawang dan disidangkan pada bulan Juni dengan bantuan pendampingan hukum dari Pusbakum PN Karawang yang kemudian keduanya didakwa bersalah 7 tahun 6 bulan.

Kasus tersebut tidak berhenti begitu saja, pengacara pusbakum PN Karawang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang juga menguatkan putusan PN Karawang. Atas putusan PT tersebut pengacara pusbakum melanjutkan ke banding ketingkat Mahkamah Agung(MA), keputusan MA pada 14 Agustus 2024 juga menguatkan keputusan PN Karawang.

“Orang tua MY melihat akun tiktok PKN dan kemudian menghubungi kami dan datang ke kantor untuk mengadukan persoalan hukum anaknya dan meminta PKN untuk membantu menyelesaikan persoalan hukum anaknya melalui LKBH PKN. Anehnya setelah putusan MK di 14 Agustus 2024 yang memutuskan kedua terdakwa ditahan di LPKA Bandung tapi klien kami MY hingga awal tahun tepatnya 7 Januari 2025, masih menjadi tahanan titipan di Polsek Karawang. Ini artinya belum ada eksekusi atas putusan MA tersebut dan setelah kunjungan kami terhitung beberapa hari kemudian klien kami MY dibawa oleh jaksa ke Bandung dan kami tim PKN menyusul kesana untuk melihat kondisinya. Sesampainya kami kesana kami melihat MY sedang sholat di mushola kejaksaan Bandung, artinya putusan bersalah MY yang tertera di UU RI nomor 35 tahun 2014 pasal 80 atas perintah MA harus ditahan di LPKA Bandung belum dilaksanakan karena adanya kesalahan administrasi,” terang Dikaios Mangapul Sirait, Ketum PKN.

Baca Juga :  Didukung Doa Para Ulama/Kyai/Habaib, Mochtar Muhammad Yakin Konsep M2 Majukan Kota Bekasi

Masih menurutnya, atas kesalahan administrasi yang menyebabkan nasib klien nya yang terkatung-katung tanpa kejelasan tersebut bahkan sempat pulang kerumahnya sendiri menjadi sebuah preseden buruk bagi wajah hukum di Indonesia.

“Kelalaian Jaksa di Karawang ini dalam menjalankan tupoksinya akhirnya klien kami jadi korban lagi. Walaupun sekarang klien kami sudah bisa menjalankan hukuman di LPKA Bandung tapi kecerobohan tersebut menyebabkan penelantaran terhadap klien kami. Dan saya menduga bahwa bahwa MY sudah salah penanganan dari awal, kami akan kawal terus kasus ini,” pungkas Dikaios Mangapul Sirait, Ketua Umum PKN. (MD)

Berita Terkait

Tebar Kasih di Bekasi, Gereja Tiberias Salurkan 300 Paket Sembako
Dari PBB ke PSI, Henriko Siagian Buktikan Kapasitas Organisasi dengan Gerak Cepat di Rawalumbu
Dari Tanah Suci, Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha Kepada Masyarakat
Plh Wali Kota Bekasi Serahkan Bantuan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Mukhlisin Jatiasih
Salurkan Zakat Bersama Baznas, Plh Wali Kota Bekasi : Zakat Miliki Peran Strategis Meningkatkan Kesejahteraan Masyaraka
Penutupan Akses Perlintasan Kereta Api Tidak Berpintu Jalan Pangeran Jayakarta Medan Satria Ditunda
Plh Wali Kota Harris Bobihoe Sampaikan Point Penting di Momen Apel Pagi
Plh Wali Kota Bekasi Dampingi Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Stasiun Bekasi Timur dan Proyek Flyover Bulak Kapal
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:40 WIB

Tebar Kasih di Bekasi, Gereja Tiberias Salurkan 300 Paket Sembako

Senin, 1 Juni 2026 - 00:05 WIB

Dari PBB ke PSI, Henriko Siagian Buktikan Kapasitas Organisasi dengan Gerak Cepat di Rawalumbu

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:49 WIB

Dari Tanah Suci, Wali Kota Bekasi Kirim Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha Kepada Masyarakat

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:23 WIB

Plh Wali Kota Bekasi Serahkan Bantuan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Mukhlisin Jatiasih

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:18 WIB

Salurkan Zakat Bersama Baznas, Plh Wali Kota Bekasi : Zakat Miliki Peran Strategis Meningkatkan Kesejahteraan Masyaraka

Senin, 25 Mei 2026 - 22:30 WIB

Plh Wali Kota Harris Bobihoe Sampaikan Point Penting di Momen Apel Pagi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:28 WIB

Plh Wali Kota Bekasi Dampingi Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur Stasiun Bekasi Timur dan Proyek Flyover Bulak Kapal

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:22 WIB

Plh Wali Kota Harris Bobihoe Apresiasi Hadirnya Program TMMD Ditengah Masyarakat

Berita Terbaru