Dari Bekasi News, Kota Bekasi – Ribuan umat Islam memenuhi Lapangan Fasilitas Umum (Fasum) Kompleks Perumahan Masnaga, Bintara Jaya, Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026) malam. Lebih dari 7.000 jamaah hadir dalam Tabligh Akbar Keluarga Besar H. Zaini Sidi bersama Majelis Taklim ANNUR dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di bawah langit malam yang dipenuhi lantunan shalawat dan doa, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut bukan sekadar menjadi ruang untuk mengenang kelahiran manusia mulia pembawa risalah Islam, tetapi juga menjadi momentum tasyakuran aqiqah cucu pertama keluarga besar H. Zaini Sidi dan Hj. Henny Nurhayati, Arjuna Rajendra Nurhuzaini, putra dari Gus Fahri Nurhuzaini, S.E., M.M.
Suasana religius sekaligus penuh keakraban semakin terasa ketika ribuan jamaah dari berbagai kalangan memadati lokasi acara. Para ulama, habib, kyai, tokoh masyarakat, jajaran Pemerintah Kota Bekasi, unsur kepolisian, serta masyarakat turut menyatu dalam satu majelis, membawa pesan yang sama: memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.
Selain tasyakuran aqiqah, acara juga menjadi ungkapan rasa syukur keluarga besar H. Zaini Sidi atas rampungnya pembangunan rumah bagi keluarga kecil Gus Fahri Nurhuzaini.
H. Zaini Sidi: Maulid Bukan Sekadar Seremonial
Dalam sambutannya, H. Zaini Sidi menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas segala nikmat dan keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada keluarganya sehingga dapat kembali menggelar kegiatan keagamaan bersama masyarakat.
Bagi H. Zaini Sidi, Maulid Nabi bukan sekadar tradisi tahunan atau momentum berkumpulnya ribuan jamaah. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi ruang untuk kembali menengok akhlak Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar ajang berkumpul. Tetapi bagaimana kita menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam kehidupan, baik dalam hubungan sesama manusia maupun dalam meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar H. Zaini Sidi.
Ia juga menyampaikan bahwa rasa syukur atas kelahiran cucu pertama keluarga menjadi semakin bermakna ketika diwujudkan melalui doa dan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat.
Menurutnya, kebahagiaan keluarga akan terasa lebih lengkap ketika dapat dirasakan bersama orang lain.
“Kami bersyukur atas kelahiran cucu pertama kami. Mudah-mudahan kehadiran Arjuna Rajendra Nurhuzaini menjadi keberkahan bagi keluarga, menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, bangsa dan masyarakat,” tuturnya.
Momentum tersebut sekaligus menjadi doa agar rumah yang telah selesai dibangun bukan hanya menjadi tempat berteduh secara fisik, tetapi menjadi rumah yang dipenuhi keberkahan, ketenteraman dan nilai-nilai keislaman.
Lebih dari 7.000 jamaah yang hadir menjadikan Tabligh Akbar tersebut sebagai salah satu momentum keagamaan yang mendapat antusiasme besar masyarakat.
Lantunan shalawat, doa dan tausiyah berpadu dengan suasana silaturahmi. Para jamaah datang dari berbagai kalangan, menjadikan lapangan Fasum Masnaga malam itu seolah berubah menjadi ruang besar tempat hati dipertemukan dalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah habib, ulama, kyai, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda Kota Bekasi, serta jajaran Pemerintah Kota Bekasi.
Hadir di antaranya Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom., perwakilan MUI Kota Bekasi dan sejumlah tokoh masyarakat.
Kehadiran para tokoh tersebut semakin memperlihatkan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga menjadi simpul silaturahmi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.
Ustadz Tile: Jadikan Akhlak Rasulullah sebagai Pedoman
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan KH. Nurfadilah Yusuf, yang akrab disapa Ustadz Tile.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak berhenti pada kecintaan secara lisan kepada Rasulullah SAW, tetapi menerjemahkannya dalam perilaku sehari-hari.
Akhlak Rasulullah, kata dia, harus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat, menjaga persaudaraan, menghormati sesama dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut terasa semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak cepat. Ketika perbedaan mudah menjadi jarak dan ruang digital kerap mempertemukan manusia dengan berbagai gesekan, keteladanan Rasulullah menjadi oase yang mengingatkan pentingnya akhlak, kesabaran, kasih sayang dan persaudaraan.
Dari Rumah Baru, Lahir Doa dan Harapan Baru
Bagi keluarga besar H. Zaini Sidi, malam itu memiliki makna yang berlapis.
Ada syukur atas kelahiran seorang cucu. Ada kebahagiaan atas selesainya pembangunan rumah. Ada doa yang dipanjatkan bersama ribuan jamaah. Dan ada harapan agar keberkahan keluarga dapat terus mengalir kepada lingkungan serta masyarakat sekitar.
Tabligh Akbar tersebut akhirnya tidak hanya menjadi peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi perayaan sederhana tentang kehidupan—tentang keluarga, kelahiran, rumah, doa dan rasa syukur.
Di tengah ribuan jamaah yang bershalawat, pesan besarnya pun terasa jelas: kebahagiaan akan menjadi lebih bermakna ketika disyukuri, dibagikan dan dipanjatkan dalam doa bersama.
Keluarga besar H. Zaini Sidi dan Majelis Taklim ANNUR pun berharap momentum tersebut dapat terus menjadi bagian dari ikhtiar membangun kehidupan masyarakat yang religius, guyub, penuh kepedulian dan menjunjung tinggi nilai-nilai keteladanan Rasulullah Muhammad SAW.
(DMS)






